Tutik ( 10 % )
4/3 setor tunai 10 jt
8/3 produk debet tab.joko 5jt
12/3 pinbuk kredit;cek atun(BTN) 20jt
28/3 pinbuk debet deposito tono 8jt
29/3 pinbuk debet giro jeki 5jt
12/3’11
Siti BTN
Cek Tn.A 15jt Cek Atun 20jt
Cek Tn.B 14jt Cek Toni 12jt
Cek Tn.C 18jt Cek Dodi 3jt
B/G PT.Z 20jt B/G PT.F 10jt
B/G PT.X 25jt B/G PT.H 18jt
Nota kredit 25jt Nota kredit 15jt
Siti 1/3
A L
KAS 20jt Tab 150jt
R/K 43jt Giro 80jt
Loan 350jt Deposito 200jt
Other asset 37jt Capital 20jt
Tolakan
Cek Tn.A cek Toni
B/G PT.Z B/G PT.H
• TAB (10%); GIRO(8%); DEPOSITO(15%)
• KAS (10%); LRR (8%); ER (4%)
LDR (100%); KUK (20%)
• Kredit ( flat ; 17% )
• Pertanyaan : * portfolio ¼ ?
*TL ?
* Rekomendasi Growth ?
Jawaban !!!!
1. Rekap saldo
4/3 Kas 10jt
Tab 10jt
8/3 Kas 15jt
Tab 15jt
12/3 R/K BI 35jt
Tab 35jt
28/3 Tab 27jt
Deposito 27jt
29/3 Tab 22jt
Giro 22jt
Saldo akhir 27jt
2. Menang/kliring
Siti BTN
-15.000.000 +15.000.000
-14.000.000 +14.000.000
-18.000.000 +18.000.000
+20.000.000 -20.000.000
+15.000.000 -15.000.000
+25.000.000 -25.000.000
+20.000.000 -20.000.000
+12.000.000 -12.000.000
+3.000.000 -3.000.000
-10.000.000 +10.000.000
-18.000.000 +18.000.000
-15.000.000 +15.000.000
Siti 5.000.000 -5.000.000
A L
Kas 35jt tab 172jt
R/K BI 63jt giro 85jt
Loan 350jt dep 208jt
Other 37jt cap 20jt
485.000.000 485.000.000
Senin, 04 April 2011
PENGERTIAN ANUITAS
Pengertian Anuitas
I. Pengertian
Anuitas : Cara pembayaran hutang dengan jumlah yang sama besar dan dalam jangka waktu yang sama
Dalam Anuitas (A) 1. Angsuran (An)terkandung : -----
2. Bunga (Bn)-----
A = An + Bn
Contoh :
Seseorang meminjam Rp 100.000,00 dengan pengembalian sistem angsuran anuitas, setahun kemudian. Hutang tersebut akan diangsur selama 5 tahun dengan suku bunga 4 % per tahun. Setelah dihitung, pengembalian tiap tahun sejumlah Rp 22.462,71.
Buatlah tabel rencana angsuran !
Tabel Rencana Angsuran
Tahun Sisa hutang Anuitas : Rp 22.462,71 Sisa hutang
Ke- Awal tahun ke- Bunga akhir th ke- Angsuran akhir th ke- Akhir tahun ke-
1 Rp 100.000,00 Rp 4.000,00 Rp 18.462,71 Rp 81.537,29
2 Rp 81.537,29 Rp 3.261,49 Rp 19.201,22 Rp 62.336,07
3 Rp 62.336,07 Rp 2.493,44 Rp 19.969,27 Rp 42.366,80
4 Rp 42.366,80 Rp 1.694,67 Rp 20.768,04 Rp 21.598,76
5 Rp 21.598,76 Rp 863,95 Rp 21.598,76 Rp 0
A = A1+B1 = A2+B2 = A3+B3 = An + Bn
II. Rumus –Rumus
A. Mencari hubungan antara Angsuran dengan Angsuran yang berurutan
Pada akhir tahun I : A = A1 + B1
Pada akhir tahun II : A = A2 + B2
Pada akhir tahun III : A = A3 + B3
A1 + B1 = A2 + B2
A1 + Hb = A2 + (H-A1)b
A1 + Hb = A2 + Hb – A1b
A1 = A2 – A1b
A2 = A1 + A1b
A2 = A1 (1+b)
A2 + B2 = A3 + B3
A2 + (H - A1)b = A3 + (H − A1 – A2)b
A2 = A3 – A2b
A3 = A2 + A2b
A3 = A2(1+b)
Kesimpulan: Rumus mencari Angsuran ke-n, jika diketahui Angsuran sebelumnya
A = A (1+b)
atau
A = A (1+b)
Contoh :
Hutang sebesar Rp 100.000,00 akan dilunasi dengan sistem angsuran anuitas selama 4 tahun, dengan suku bunga 2% per tahun. Jika besarnya angsuran ke-2 adalah Rp 24.747,63, hitunglah besarnya angsuran ke-3.
Diketahui:
H : Rp 100.000,00
n : 4
b : 2 %
A2 : Rp 24.747,63
Ditanya : Angsuran ke-3 (A3)
Jawab. :
A = A (1+b)
A3 = A2 (1+0,02)
A3 = 24.747,63 (1,02)
A3 = 25.242,58
Besarnya angsuran ke-3 adalah Rp 25.242,58
B. Mencari Hubungan antara Angsuran ke-n dengan Angsuran I
A = A (1+b)
A2 = A1(1+b)
A3 = A2(1+b) A3 = A1(1+b) (1+b)
A3 = A1 (1+b)
A4 =A4 = A3(1+b) A1(1+b) (1+b)
A4 = A1(1+b)
Kesimpulan: Rumus mencari Angsuran ke-n, jika diketahui Angsuran pertama
A = A1 (1+b)
Atau:
A = A1(1+b)
I. Pengertian
Anuitas : Cara pembayaran hutang dengan jumlah yang sama besar dan dalam jangka waktu yang sama
Dalam Anuitas (A) 1. Angsuran (An)terkandung : -----
2. Bunga (Bn)-----
A = An + Bn
Contoh :
Seseorang meminjam Rp 100.000,00 dengan pengembalian sistem angsuran anuitas, setahun kemudian. Hutang tersebut akan diangsur selama 5 tahun dengan suku bunga 4 % per tahun. Setelah dihitung, pengembalian tiap tahun sejumlah Rp 22.462,71.
Buatlah tabel rencana angsuran !
Tabel Rencana Angsuran
Tahun Sisa hutang Anuitas : Rp 22.462,71 Sisa hutang
Ke- Awal tahun ke- Bunga akhir th ke- Angsuran akhir th ke- Akhir tahun ke-
1 Rp 100.000,00 Rp 4.000,00 Rp 18.462,71 Rp 81.537,29
2 Rp 81.537,29 Rp 3.261,49 Rp 19.201,22 Rp 62.336,07
3 Rp 62.336,07 Rp 2.493,44 Rp 19.969,27 Rp 42.366,80
4 Rp 42.366,80 Rp 1.694,67 Rp 20.768,04 Rp 21.598,76
5 Rp 21.598,76 Rp 863,95 Rp 21.598,76 Rp 0
A = A1+B1 = A2+B2 = A3+B3 = An + Bn
II. Rumus –Rumus
A. Mencari hubungan antara Angsuran dengan Angsuran yang berurutan
Pada akhir tahun I : A = A1 + B1
Pada akhir tahun II : A = A2 + B2
Pada akhir tahun III : A = A3 + B3
A1 + B1 = A2 + B2
A1 + Hb = A2 + (H-A1)b
A1 + Hb = A2 + Hb – A1b
A1 = A2 – A1b
A2 = A1 + A1b
A2 = A1 (1+b)
A2 + B2 = A3 + B3
A2 + (H - A1)b = A3 + (H − A1 – A2)b
A2 = A3 – A2b
A3 = A2 + A2b
A3 = A2(1+b)
Kesimpulan: Rumus mencari Angsuran ke-n, jika diketahui Angsuran sebelumnya
A = A (1+b)
atau
A = A (1+b)
Contoh :
Hutang sebesar Rp 100.000,00 akan dilunasi dengan sistem angsuran anuitas selama 4 tahun, dengan suku bunga 2% per tahun. Jika besarnya angsuran ke-2 adalah Rp 24.747,63, hitunglah besarnya angsuran ke-3.
Diketahui:
H : Rp 100.000,00
n : 4
b : 2 %
A2 : Rp 24.747,63
Ditanya : Angsuran ke-3 (A3)
Jawab. :
A = A (1+b)
A3 = A2 (1+0,02)
A3 = 24.747,63 (1,02)
A3 = 25.242,58
Besarnya angsuran ke-3 adalah Rp 25.242,58
B. Mencari Hubungan antara Angsuran ke-n dengan Angsuran I
A = A (1+b)
A2 = A1(1+b)
A3 = A2(1+b) A3 = A1(1+b) (1+b)
A3 = A1 (1+b)
A4 =A4 = A3(1+b) A1(1+b) (1+b)
A4 = A1(1+b)
Kesimpulan: Rumus mencari Angsuran ke-n, jika diketahui Angsuran pertama
A = A1 (1+b)
Atau:
A = A1(1+b)
KALAH DAN MENANG KLIRING
Kalah dan Menang Kliring
SITI Jakarta Kasman Jakrta
Cek Tn. A Rp.10.000000 Cek Tn.Z Rp.12.000.000
BLG Ny. B Rp.15.000.000 BLG Ny.K Rp.11.000.000
Cek Tn. C Rp.4.000.000 Cek Ny.L Rp.13.000.000
Kiriman untuk Tn. Joko Rp.5.000.000 Kiriman untuk Tn.Joko Rp.14.000.000
Kiriman untuk Nn.Deli Rp.8.000.000 Kiriman untuk Tn.Jeky Rp.16.000.000
Nota kredit untuk PT.X Rp.50.000.000 Kiriman untuk PT.Y Rp.20.000.000
Tolak Tolak
Cek Tn.A Cek Tn.Z
Cek Nn.C BLG Ny.K
SOAL.
• Menang atau kalah kliring?
• Berapa nilai R/K pada Bi?
• Berapa Call many?
Keteragangan
• Siti = deposit Rp.150.000.000
• R/K pada Bi = 10%
• Karman = Rp.200.000.000
• R/K pada Bi = 12%
Jawab:
Siti Jakarta Karman Jakarta
( - )Rp.10.000.000 ( + )Rp.10.000.000
( - )Rp.15.000.000 ( + )Rp.15.000.000
( - )Rp.4.000.000 ( + )Rp.4.000.000
( + )Rp.8.000.000 ( - )Rp.5.000.000
( + )Rp.5.000.000 ( - )Rp.8.000.000
( + )Rp.50.000.000 ( - )Rp.50.000.000
( + )Rp.12.000.000 ( - )Rp.12.000.000
( + )Rp.11.000.000 ( - )Rp.11.000.000
( + )Rp.13.000.000 ( - )Rp.13.000.000
( - )Rp.14.000.000 ( + )Rp.14.000.000
( - )Rp.16.000.000 ( + )Rp.16.000.000
( - )Rp.20.000.000 ( - )Rp.20.000.000
( + )Rp.20.000.000 ( - )Rp.20.000.000
( + )Rp.11.000.000 ( - )Rp.11.000.000
SITI
Rp.15.000.000 :
- RR = 8% = Rp.12.000.000
- Excess Tesence = 20% = Rp. 3.000.000
Rp.15.000.000
( + ) Rp.11.000.000
Rp.26.000.000
Karman
RR = 8% = Rp.16.000.000
ER = 4% = Rp. 8.000.000
R/K pada Bi =Rp.24.000.000 – Rp.11.000.000
=Rp.13.000.000
Masih kurang Rp.3.000.000 ( ini yang disebut dengan Call Many )
A L
Kas =Rp. 6.000.000
R/K pada Bi =Rp. 23.000.000 Rp.150.000.000
Kredit =Rp.118.000.000
Call Many =Rp. 3.000.000
Jadi Siti bisa 16.25% dari 36.25% - 20% = 16.25%
Total bunga yang harus dibayar oleh Siti i1 = Rp.15.000.000
Tabungan Atun di Siti Jakarta i – 10%
2/3 Setoran tunai Rp.10.000.000 ( Bertambah )
5/3 Pinbuk kredit dari deposito Rp.15.000.000 ( Bertambah )
8/3 Pinbuk debet untuk Giro Z Rp. 5.000.000 ( Berkurang )
12/3 Pinbuk kredit cek Tn.L Rp.10.000.000 ( Bertambah )
18/3 Ambil Tunai Rp. 7.000.000 ( Berkurang )
21/3 Kirim untuk tab Q di Siti Rp. 5.000.000 ( Berkurang )
Rekapitulasi Saldo
2//3 Rp.10.000.000 Jb . Kas
Kr . Tab
5/3 Rp.25.000.000 Dg . Deposito
Kr . Tab
8/3 Rp.20.000.000 Dg . Tab
Kr . Giro
12/3 Rp.30.000.000 Dg . R/K kepada Bi
Kr . Tab
18/3 Rp.23.000.000 Dg . Tab
Kr . Kas
21/3 Rp.18.000.000 Dg . Tab
Kr . RAK
31/3 Rp.18.000.000 Saldo Akhir Atun pada bulan Maret
Saldo Tunai
5/3 10% x (5 – 2 ) x Rp.10.000.000
365
8/3 10% x (8 - 5 ) x Rp.25.000.000
365
12/3 10% x (12 - 8 ) x Rp.20.000.000
365
18/3 10% x (18 - 12 ) x Rp.30.000.000
365
21/3 10% x (21 - 18 ) x Rp.23.000.000
365
31/3 10% x (31 - 21 ) + 1 x Rp.10.000.000
365
∑Total Bunga = xxxxx
Saldo terendah Saldo Rata-rata
31/3 10% x (31 - 21 ) + 1 x Rp.10.000.000 31/3 10% x (31 - 21 ) x Rata-rata 365 365
SITI Jakarta Kasman Jakrta
Cek Tn. A Rp.10.000000 Cek Tn.Z Rp.12.000.000
BLG Ny. B Rp.15.000.000 BLG Ny.K Rp.11.000.000
Cek Tn. C Rp.4.000.000 Cek Ny.L Rp.13.000.000
Kiriman untuk Tn. Joko Rp.5.000.000 Kiriman untuk Tn.Joko Rp.14.000.000
Kiriman untuk Nn.Deli Rp.8.000.000 Kiriman untuk Tn.Jeky Rp.16.000.000
Nota kredit untuk PT.X Rp.50.000.000 Kiriman untuk PT.Y Rp.20.000.000
Tolak Tolak
Cek Tn.A Cek Tn.Z
Cek Nn.C BLG Ny.K
SOAL.
• Menang atau kalah kliring?
• Berapa nilai R/K pada Bi?
• Berapa Call many?
Keteragangan
• Siti = deposit Rp.150.000.000
• R/K pada Bi = 10%
• Karman = Rp.200.000.000
• R/K pada Bi = 12%
Jawab:
Siti Jakarta Karman Jakarta
( - )Rp.10.000.000 ( + )Rp.10.000.000
( - )Rp.15.000.000 ( + )Rp.15.000.000
( - )Rp.4.000.000 ( + )Rp.4.000.000
( + )Rp.8.000.000 ( - )Rp.5.000.000
( + )Rp.5.000.000 ( - )Rp.8.000.000
( + )Rp.50.000.000 ( - )Rp.50.000.000
( + )Rp.12.000.000 ( - )Rp.12.000.000
( + )Rp.11.000.000 ( - )Rp.11.000.000
( + )Rp.13.000.000 ( - )Rp.13.000.000
( - )Rp.14.000.000 ( + )Rp.14.000.000
( - )Rp.16.000.000 ( + )Rp.16.000.000
( - )Rp.20.000.000 ( - )Rp.20.000.000
( + )Rp.20.000.000 ( - )Rp.20.000.000
( + )Rp.11.000.000 ( - )Rp.11.000.000
SITI
Rp.15.000.000 :
- RR = 8% = Rp.12.000.000
- Excess Tesence = 20% = Rp. 3.000.000
Rp.15.000.000
( + ) Rp.11.000.000
Rp.26.000.000
Karman
RR = 8% = Rp.16.000.000
ER = 4% = Rp. 8.000.000
R/K pada Bi =Rp.24.000.000 – Rp.11.000.000
=Rp.13.000.000
Masih kurang Rp.3.000.000 ( ini yang disebut dengan Call Many )
A L
Kas =Rp. 6.000.000
R/K pada Bi =Rp. 23.000.000 Rp.150.000.000
Kredit =Rp.118.000.000
Call Many =Rp. 3.000.000
Jadi Siti bisa 16.25% dari 36.25% - 20% = 16.25%
Total bunga yang harus dibayar oleh Siti i1 = Rp.15.000.000
Tabungan Atun di Siti Jakarta i – 10%
2/3 Setoran tunai Rp.10.000.000 ( Bertambah )
5/3 Pinbuk kredit dari deposito Rp.15.000.000 ( Bertambah )
8/3 Pinbuk debet untuk Giro Z Rp. 5.000.000 ( Berkurang )
12/3 Pinbuk kredit cek Tn.L Rp.10.000.000 ( Bertambah )
18/3 Ambil Tunai Rp. 7.000.000 ( Berkurang )
21/3 Kirim untuk tab Q di Siti Rp. 5.000.000 ( Berkurang )
Rekapitulasi Saldo
2//3 Rp.10.000.000 Jb . Kas
Kr . Tab
5/3 Rp.25.000.000 Dg . Deposito
Kr . Tab
8/3 Rp.20.000.000 Dg . Tab
Kr . Giro
12/3 Rp.30.000.000 Dg . R/K kepada Bi
Kr . Tab
18/3 Rp.23.000.000 Dg . Tab
Kr . Kas
21/3 Rp.18.000.000 Dg . Tab
Kr . RAK
31/3 Rp.18.000.000 Saldo Akhir Atun pada bulan Maret
Saldo Tunai
5/3 10% x (5 – 2 ) x Rp.10.000.000
365
8/3 10% x (8 - 5 ) x Rp.25.000.000
365
12/3 10% x (12 - 8 ) x Rp.20.000.000
365
18/3 10% x (18 - 12 ) x Rp.30.000.000
365
21/3 10% x (21 - 18 ) x Rp.23.000.000
365
31/3 10% x (31 - 21 ) + 1 x Rp.10.000.000
365
∑Total Bunga = xxxxx
Saldo terendah Saldo Rata-rata
31/3 10% x (31 - 21 ) + 1 x Rp.10.000.000 31/3 10% x (31 - 21 ) x Rata-rata 365 365
SOAL ANUITAS
Soal Anuitas
1. Pada tanggal 20 Maret 2006 Tuan Andi mendapat persetujuan pinjaman investasi senilai Rp. 12.000.000, untuk jangka waktu 6 bulan. Bunga yang dibebankan sebesar 15%pa.
Pertanyaan : Hitunglah cicilan setiap bulannya jika dihitung dengan metode flat, sliding rate dan annuitas
Dik. Pinjaman : Rp. 12.000.000
Jangka Waktu : 6 Bulan
Bunga : 15%
a. Metode Flat
Angsuran Pokok = Rp. 12.000.000 : 6 = Rp. 2.000.000
Angsuran Bunga Bulan 1 = (Rp. 12.000.000 x 0,15 x 0,5):6
= Rp. 150.000
Angsuran Pinjaman = Rp. 2.000.000 + Rp. 150.000 = Rp. 2.150.000
b. Metode Sliding Rate
Angsuran Pokok = Rp. 12.000.000 : 6 = Rp. 2.000.000
Angsuran Bunga Bulan 1 = (Rp. 12.000.000 x 0,15 x 30) : 360
= Rp. 150.000
Angsuran Bulan 1 = Rp. 2.000.000 + Rp. 150.000 = Rp. 2.150.000
Angsuran Bunga Bulan 2 = (Rp. 10.000.000 x 0,15 x 30) : 360
= Rp. 125.000
Angsuran Bulan 2 = Rp. 2.000.000 + Rp. 125.000 = Rp. 2.125.000
Angsuran Bunga Bulan 3 = (Rp. 8.000.000 x 0,15 x 30) : 360
= Rp. 100.000
Angsuran Bulan 3 = Rp. 2.000.000 + Rp. 100.000 = Rp. 2.100.000
Angsuran Bunga Bulan 4 = (Rp. 6.000.000 x 0,15 x 30) : 360
= Rp. 75.000
Angsuran Bulan 4 = Rp. 2.000.000 + Rp. 75.000 = Rp. 2.075.000
Angsuran Bunga Bulan 5 = (Rp. 4.000.000 x 0,15 x 30) : 360
= Rp. 50.000
Angsuran Bulan 5 = Rp. 2.000.000 + Rp. 50.000 = Rp. 2.050.000
Angsuran Bunga Bulan 6 = (Rp. 2.000.000 x 0,15 x 30) : 360
= Rp. 25.000
Angsuran Bulan 6 = Rp. 2.000.000 + Rp. 25.000 = Rp. 2.025.000
c. Metode Anuitas
Angsuran Pokok = Rp. 12.000.000 x 0,0125 x 1 = Rp. 2.089.125
0,0718
Angsuran Bunga Bulan 1 = (Rp. 12.000.000 x 0,15 x 30) : 360 = Rp. 150.000
Angsuran Pinjaman = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga
Rp. 2.089.125 = Rp. 1.939.125 + Rp. 150.000
Angsuran Bunga Bulan 2 = (Rp. 10.060.875 x 0,15 x 30) : 360 = Rp. 125.760
Angsuran Pinjaman = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga
Rp. 2.089.125 = Rp. 1.963.365 + Rp. 125.760
Angsuran Bunga Bulan 3 = (Rp. 8.097.510 x 0,15 x 30) : 360 = Rp. 101.218
Angsuran Pinjaman = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga
Rp. 2.089.125 = Rp. 1.987.907 + Rp. 101.218
Angsuran Bunga Bulan 3 = (Rp. 6.109.603 x 0,15 x 30) : 360 = Rp. 76.370
Angsuran Pinjaman = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga
Rp. 2.089.125 = Rp. 2.012.755 + Rp. 76.370
Angsuran Bunga Bulan 4 = (Rp. 4.096.848 x 0,15 x 30) : 360 = Rp. 51.210
Angsuran Pinjaman = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga
Rp. 2.089.125 = Rp. 2.037.915 + Rp. 51.210
Angsuran Bunga Bulan 5 = (Rp. 2.058.933 x 0,15 x 30) : 360 = Rp. 25.736
Angsuran Pinjaman = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga
Rp. 2.089.125 = Rp. 2.063.389 + Rp. 25.736
Angsuran Bunga Bulan = Rp. 0
Angsuran Pinjaman = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga
Rp. 2.089.125 = Rp. 2.089.125 + Rp. 0
2. Pada tanggal 25 Maret 2006 PT. Andika Karya Tuan Andi mendapat persetujuan pinjaman investasi dari Bank ABC senilai Rp. 90.000.000, untuk jangka waktu 1 tahun. Bunga yang dibebankan sebesar 24% pa.
Pertanyaan : Hitunglah cicilan setiap bulannya jika dihitung dengan metode flat, sliding rate dan annuitas
Dik. Pinjaman : Rp. 90.000.000
Jangka Waktu : 12 Bulan
Bunga : 24%
a. Metode Flat
Angsuran Pokok = Rp. 90.000.000 : 12 = Rp. 7.500.000
Angsuran Bunga Bulan 1 = (Rp. 90.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 180.000
Angsuran Pinjaman = Rp. 7.500.000 + Rp. 180.000 = Rp. 7.680.000
b. Metode Sliding Rate
Angsuran Pokok = Rp. 90.000.000 : 12 = Rp. 7.500.000
Angsuran Bunga Bulan 1 = (Rp. 90.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 180.000
Angsuran Bulan 1 = Rp. 7.500.000 + Rp. 180.000 = Rp. 7.680.000
Angsuran Bunga Bulan 2 = (Rp. 82.500.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 165.000
Angsuran Bulan 2 = Rp. 7.500.000 + Rp. 165.000 = Rp. 7.665.000
Angsuran Bunga Bulan 3 = (Rp. 75.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 150.000
Angsuran Bulan 3 = Rp. 7.500.000 + Rp. 150.000 = Rp. 7.650.000
Angsuran Bunga Bulan 4 = (Rp. 67.500.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 135.000
Angsuran Bulan 4 = Rp. 7.500.000 + Rp. 135.000 = Rp. 7.635.000
Angsuran Bunga Bulan 5 = (Rp. 60.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 120.000
Angsuran Bulan 5 = Rp. 7.500.000 + Rp. 120.000 = Rp. 7.620.000
Angsuran Bunga Bulan 6 = (Rp. 52.500.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 105.000
Angsuran Bulan 6 = Rp. 7.500.000 + Rp. 105.000 = Rp. 7.605.000
Angsuran Bunga Bulan 7 = (Rp. 45.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 90.000
Angsuran Bulan 7 = Rp. 7.500.000 + Rp. 90.000 = Rp. 7.590.000
Angsuran Bunga Bulan 8 = (Rp. 37.500.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 75.000
Angsuran Bulan 8 = Rp. 7.500.000 + Rp. 75.000 = Rp. 7.575.000
Angsuran Bunga Bulan 9 = (Rp. 30.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 60.000
Angsuran Bulan 9 = Rp. 7.500.000 + Rp. 60.000 = Rp. 7.560.000
Angsuran Bunga Bulan 10 = (Rp. 22.500.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 45.000
Angsuran Bulan 10 = Rp. 7.500.000 + Rp. 45.000 = Rp. 7.545.000
Angsuran Bunga Bulan 11 = (Rp. 15.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 30.000
Angsuran Bulan 11 = Rp. 7.500.000 + Rp. 30.000 = Rp. 7.530.000
Angsuran Bunga Bulan 12 = (Rp. 90.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 15.000
Angsuran Bulan 12 = Rp. 7.500.000 + Rp. 15.000 = Rp. 7.515.000
c. Metode Anuitas
Angsuran Pokok = Rp. 90.000.000 x 0,02 x 1 = Rp. 8.488.800
0,212
1. Pada tanggal 20 Maret 2006 Tuan Andi mendapat persetujuan pinjaman investasi senilai Rp. 12.000.000, untuk jangka waktu 6 bulan. Bunga yang dibebankan sebesar 15%pa.
Pertanyaan : Hitunglah cicilan setiap bulannya jika dihitung dengan metode flat, sliding rate dan annuitas
Dik. Pinjaman : Rp. 12.000.000
Jangka Waktu : 6 Bulan
Bunga : 15%
a. Metode Flat
Angsuran Pokok = Rp. 12.000.000 : 6 = Rp. 2.000.000
Angsuran Bunga Bulan 1 = (Rp. 12.000.000 x 0,15 x 0,5):6
= Rp. 150.000
Angsuran Pinjaman = Rp. 2.000.000 + Rp. 150.000 = Rp. 2.150.000
b. Metode Sliding Rate
Angsuran Pokok = Rp. 12.000.000 : 6 = Rp. 2.000.000
Angsuran Bunga Bulan 1 = (Rp. 12.000.000 x 0,15 x 30) : 360
= Rp. 150.000
Angsuran Bulan 1 = Rp. 2.000.000 + Rp. 150.000 = Rp. 2.150.000
Angsuran Bunga Bulan 2 = (Rp. 10.000.000 x 0,15 x 30) : 360
= Rp. 125.000
Angsuran Bulan 2 = Rp. 2.000.000 + Rp. 125.000 = Rp. 2.125.000
Angsuran Bunga Bulan 3 = (Rp. 8.000.000 x 0,15 x 30) : 360
= Rp. 100.000
Angsuran Bulan 3 = Rp. 2.000.000 + Rp. 100.000 = Rp. 2.100.000
Angsuran Bunga Bulan 4 = (Rp. 6.000.000 x 0,15 x 30) : 360
= Rp. 75.000
Angsuran Bulan 4 = Rp. 2.000.000 + Rp. 75.000 = Rp. 2.075.000
Angsuran Bunga Bulan 5 = (Rp. 4.000.000 x 0,15 x 30) : 360
= Rp. 50.000
Angsuran Bulan 5 = Rp. 2.000.000 + Rp. 50.000 = Rp. 2.050.000
Angsuran Bunga Bulan 6 = (Rp. 2.000.000 x 0,15 x 30) : 360
= Rp. 25.000
Angsuran Bulan 6 = Rp. 2.000.000 + Rp. 25.000 = Rp. 2.025.000
c. Metode Anuitas
Angsuran Pokok = Rp. 12.000.000 x 0,0125 x 1 = Rp. 2.089.125
0,0718
Angsuran Bunga Bulan 1 = (Rp. 12.000.000 x 0,15 x 30) : 360 = Rp. 150.000
Angsuran Pinjaman = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga
Rp. 2.089.125 = Rp. 1.939.125 + Rp. 150.000
Angsuran Bunga Bulan 2 = (Rp. 10.060.875 x 0,15 x 30) : 360 = Rp. 125.760
Angsuran Pinjaman = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga
Rp. 2.089.125 = Rp. 1.963.365 + Rp. 125.760
Angsuran Bunga Bulan 3 = (Rp. 8.097.510 x 0,15 x 30) : 360 = Rp. 101.218
Angsuran Pinjaman = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga
Rp. 2.089.125 = Rp. 1.987.907 + Rp. 101.218
Angsuran Bunga Bulan 3 = (Rp. 6.109.603 x 0,15 x 30) : 360 = Rp. 76.370
Angsuran Pinjaman = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga
Rp. 2.089.125 = Rp. 2.012.755 + Rp. 76.370
Angsuran Bunga Bulan 4 = (Rp. 4.096.848 x 0,15 x 30) : 360 = Rp. 51.210
Angsuran Pinjaman = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga
Rp. 2.089.125 = Rp. 2.037.915 + Rp. 51.210
Angsuran Bunga Bulan 5 = (Rp. 2.058.933 x 0,15 x 30) : 360 = Rp. 25.736
Angsuran Pinjaman = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga
Rp. 2.089.125 = Rp. 2.063.389 + Rp. 25.736
Angsuran Bunga Bulan = Rp. 0
Angsuran Pinjaman = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga
Rp. 2.089.125 = Rp. 2.089.125 + Rp. 0
2. Pada tanggal 25 Maret 2006 PT. Andika Karya Tuan Andi mendapat persetujuan pinjaman investasi dari Bank ABC senilai Rp. 90.000.000, untuk jangka waktu 1 tahun. Bunga yang dibebankan sebesar 24% pa.
Pertanyaan : Hitunglah cicilan setiap bulannya jika dihitung dengan metode flat, sliding rate dan annuitas
Dik. Pinjaman : Rp. 90.000.000
Jangka Waktu : 12 Bulan
Bunga : 24%
a. Metode Flat
Angsuran Pokok = Rp. 90.000.000 : 12 = Rp. 7.500.000
Angsuran Bunga Bulan 1 = (Rp. 90.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 180.000
Angsuran Pinjaman = Rp. 7.500.000 + Rp. 180.000 = Rp. 7.680.000
b. Metode Sliding Rate
Angsuran Pokok = Rp. 90.000.000 : 12 = Rp. 7.500.000
Angsuran Bunga Bulan 1 = (Rp. 90.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 180.000
Angsuran Bulan 1 = Rp. 7.500.000 + Rp. 180.000 = Rp. 7.680.000
Angsuran Bunga Bulan 2 = (Rp. 82.500.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 165.000
Angsuran Bulan 2 = Rp. 7.500.000 + Rp. 165.000 = Rp. 7.665.000
Angsuran Bunga Bulan 3 = (Rp. 75.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 150.000
Angsuran Bulan 3 = Rp. 7.500.000 + Rp. 150.000 = Rp. 7.650.000
Angsuran Bunga Bulan 4 = (Rp. 67.500.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 135.000
Angsuran Bulan 4 = Rp. 7.500.000 + Rp. 135.000 = Rp. 7.635.000
Angsuran Bunga Bulan 5 = (Rp. 60.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 120.000
Angsuran Bulan 5 = Rp. 7.500.000 + Rp. 120.000 = Rp. 7.620.000
Angsuran Bunga Bulan 6 = (Rp. 52.500.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 105.000
Angsuran Bulan 6 = Rp. 7.500.000 + Rp. 105.000 = Rp. 7.605.000
Angsuran Bunga Bulan 7 = (Rp. 45.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 90.000
Angsuran Bulan 7 = Rp. 7.500.000 + Rp. 90.000 = Rp. 7.590.000
Angsuran Bunga Bulan 8 = (Rp. 37.500.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 75.000
Angsuran Bulan 8 = Rp. 7.500.000 + Rp. 75.000 = Rp. 7.575.000
Angsuran Bunga Bulan 9 = (Rp. 30.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 60.000
Angsuran Bulan 9 = Rp. 7.500.000 + Rp. 60.000 = Rp. 7.560.000
Angsuran Bunga Bulan 10 = (Rp. 22.500.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 45.000
Angsuran Bulan 10 = Rp. 7.500.000 + Rp. 45.000 = Rp. 7.545.000
Angsuran Bunga Bulan 11 = (Rp. 15.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 30.000
Angsuran Bulan 11 = Rp. 7.500.000 + Rp. 30.000 = Rp. 7.530.000
Angsuran Bunga Bulan 12 = (Rp. 90.000.000 x 0,24 x 0,1) : 12
= Rp. 15.000
Angsuran Bulan 12 = Rp. 7.500.000 + Rp. 15.000 = Rp. 7.515.000
c. Metode Anuitas
Angsuran Pokok = Rp. 90.000.000 x 0,02 x 1 = Rp. 8.488.800
0,212
CATATAN
KLKP
Tgl : 21-03-2011
Asset Liabitis
Kas : 12.000.000 Tabungan : 40.000.000
R/K pd BI : 12.000.000 Giro : 20.000.000
Kredit Komersil : 50.000.000 Deposito : 40.000.000
KUK : 20.000.000
Other asset : 31.000.000 Capital : 25.000.000
Jumlah : 125.000.000 Jumlah : 125.000.000
Akun-akun 100% :
4/3 Setoran Tunai 5 Jt.
9/3 Pin Buk Kredit Giro Joko 3Jt.
15/3 Pinn Buk Kredit Cek Tuti (BCA) 5 Jt.
25/3 Pin Buk Debet deposito Joni 3 Jt.
Transaksi Kliring :
a. Cek Tn. Toni 3 Jt.
b.
B/G Tn. Ahmad 2 Jt
c. Nota kredit untuk deposito Joni 5 Jt.
d. Cek Tuti 3 Jt.
Untuk BCA :
a. Cek Totok untuk tabungan Aldo 2 Jt.
b. B/G Deti untuk deposito Tutik 5 Jt.
c. B/G Kina untuk deposito Zizi 10 Jt.
d. Nota kredit dari deposito Zizi 8 Jt.
e. Rekap saldo akun dari saldo awal ¼
f. Posisi kliring
g. Rekap saldo tabungan, giro, dan deposito ( 10%,3%,12%).
h. Neraca 1/4 ( ER:4%, Kas 10%, LDR 110%)
9/3 : 10%(9-4)x5 Jt : 365 = 6.849
4/3 : 10%(15-9)x5 Jt : 365 = 13.150
25/3 : 10%(25-15)x5 Jt : 365 = 35.616
31/3 : 10%(35-25)x5 Jt : 365 = 19.178
Jumlah
= 74.703 + 10 Jt = 10.074.793
Jika 1/3
4/3 Kas 3.000.000
Tabungan 3.000.000
9/3 Giro 3.000.000
Tabungan 3.000.000
15/3 R/K pd BI 5.000.000
Tabungan 5.000.000
25/3 Tabungan 3.000.000
Deposito 3.000.000
Kas + 5 Jt = 17 Jt
Tabungan + 5 Jt + 3 Jt + 3 Jt – 3 Jt = + 10 jt = 50 Jt
Giro – 3 Jt = 17 Jt
Deposito + 3 Jt = 43 Jt
R/K pd BI + 5 Jt = 17 jt + 6 jt = 23 Jt.
Masuk Keluar
-3 Jt +2 Jt
-2 Jt +5 Jt
+ 5 Jt +10 Jt
-3 Jt -8 Jt
Jumlah = -3 Jt Jumlah = +9 Jt
Masuk
Giro Toni 3.000.000
R/K pd BI 3.000.000
Giro Ahmad 2.000.000
R/K pd BI 2.000.000
R/K pd BI 5.000.000
Deposito 5.000.000
Giro Tutik 3.000.000
R/K pd BI 3.000.000
Keluar
R/k pd BI 2.000.000
Tabungan 2.000.000
R/K pd Bi 5.000.000
Deposito Tutik 5.000.000
R/K pd BI 10.000.000
Deposito Zizi 10.000.000
Deposito 8.000.000
R/K pd BI 8.000.000
NERACA :
GIRO
DEPOSITO
TABUNGAN
-3 Jt +5 Jt +2 Jt
-2 Jt +5 Jt
-3 Jt +10 Jt
-8 Jt
-8 Jt +12 Jt +2 Jt
Kas = 17 Jt
Tabungan = 52 Jt
Giro = 93 Jt
R/K pd BI = 23 Jt
Deposito = 55 Jt
Rekap Saldo :
A L
Kas 17 Jt Tab. 52 Jt
R/K pd BI 23 Jt Giro 9 Jt
Komersil 50 Jt Deposito 55 Jt
Kuk 20 Jt Capital 25 Jt
Other Asset 31 Jt
Jumlah = 141 Jt = 141 Jt
Akhir Bulan :
Tab. Atun : 74.793 + 10 Jt = 10.074.793
Tab. 42 Jt : 10%(31-1=1)x42 Jt : 365 = 356.712
Giro : 3%x(31-1+1)x93 Jt : 365 = 22.931
Deposito : 12%x(31-1+1)x55 Jt = 560.547
Jumlah = 940.190
Tabungan : 10.074.793 + 42.356.712 = 52.431.505
Deposito : 9.022.931
Deposito : 55.560.547
1/4
A L
Kas : 11.701.498 Tab : 52.431.505
R/K pd Bi : 14.041.787 Giro : 9.022.931
Komersil : 102.973.185 Deposito : 55.560.547
KUK : 15.743.296 Capital : 37.000.000
Other Asset :
JML : 154.459.766 JML : 142.014.983 = 154.459.766
Kredit = LDR 110%
110% = 142.014.983 x 100%
117.014.983 + 11.701.498
= 128.716.481 x 20%
Komersial : 102.973.185
KUK : 25.743.296
Tgl : 21-03-2011
Asset Liabitis
Kas : 12.000.000 Tabungan : 40.000.000
R/K pd BI : 12.000.000 Giro : 20.000.000
Kredit Komersil : 50.000.000 Deposito : 40.000.000
KUK : 20.000.000
Other asset : 31.000.000 Capital : 25.000.000
Jumlah : 125.000.000 Jumlah : 125.000.000
Akun-akun 100% :
4/3 Setoran Tunai 5 Jt.
9/3 Pin Buk Kredit Giro Joko 3Jt.
15/3 Pinn Buk Kredit Cek Tuti (BCA) 5 Jt.
25/3 Pin Buk Debet deposito Joni 3 Jt.
Transaksi Kliring :
a. Cek Tn. Toni 3 Jt.
b.
B/G Tn. Ahmad 2 Jt
c. Nota kredit untuk deposito Joni 5 Jt.
d. Cek Tuti 3 Jt.
Untuk BCA :
a. Cek Totok untuk tabungan Aldo 2 Jt.
b. B/G Deti untuk deposito Tutik 5 Jt.
c. B/G Kina untuk deposito Zizi 10 Jt.
d. Nota kredit dari deposito Zizi 8 Jt.
e. Rekap saldo akun dari saldo awal ¼
f. Posisi kliring
g. Rekap saldo tabungan, giro, dan deposito ( 10%,3%,12%).
h. Neraca 1/4 ( ER:4%, Kas 10%, LDR 110%)
9/3 : 10%(9-4)x5 Jt : 365 = 6.849
4/3 : 10%(15-9)x5 Jt : 365 = 13.150
25/3 : 10%(25-15)x5 Jt : 365 = 35.616
31/3 : 10%(35-25)x5 Jt : 365 = 19.178
Jumlah
= 74.703 + 10 Jt = 10.074.793
Jika 1/3
4/3 Kas 3.000.000
Tabungan 3.000.000
9/3 Giro 3.000.000
Tabungan 3.000.000
15/3 R/K pd BI 5.000.000
Tabungan 5.000.000
25/3 Tabungan 3.000.000
Deposito 3.000.000
Kas + 5 Jt = 17 Jt
Tabungan + 5 Jt + 3 Jt + 3 Jt – 3 Jt = + 10 jt = 50 Jt
Giro – 3 Jt = 17 Jt
Deposito + 3 Jt = 43 Jt
R/K pd BI + 5 Jt = 17 jt + 6 jt = 23 Jt.
Masuk Keluar
-3 Jt +2 Jt
-2 Jt +5 Jt
+ 5 Jt +10 Jt
-3 Jt -8 Jt
Jumlah = -3 Jt Jumlah = +9 Jt
Masuk
Giro Toni 3.000.000
R/K pd BI 3.000.000
Giro Ahmad 2.000.000
R/K pd BI 2.000.000
R/K pd BI 5.000.000
Deposito 5.000.000
Giro Tutik 3.000.000
R/K pd BI 3.000.000
Keluar
R/k pd BI 2.000.000
Tabungan 2.000.000
R/K pd Bi 5.000.000
Deposito Tutik 5.000.000
R/K pd BI 10.000.000
Deposito Zizi 10.000.000
Deposito 8.000.000
R/K pd BI 8.000.000
NERACA :
GIRO
DEPOSITO
TABUNGAN
-3 Jt +5 Jt +2 Jt
-2 Jt +5 Jt
-3 Jt +10 Jt
-8 Jt
-8 Jt +12 Jt +2 Jt
Kas = 17 Jt
Tabungan = 52 Jt
Giro = 93 Jt
R/K pd BI = 23 Jt
Deposito = 55 Jt
Rekap Saldo :
A L
Kas 17 Jt Tab. 52 Jt
R/K pd BI 23 Jt Giro 9 Jt
Komersil 50 Jt Deposito 55 Jt
Kuk 20 Jt Capital 25 Jt
Other Asset 31 Jt
Jumlah = 141 Jt = 141 Jt
Akhir Bulan :
Tab. Atun : 74.793 + 10 Jt = 10.074.793
Tab. 42 Jt : 10%(31-1=1)x42 Jt : 365 = 356.712
Giro : 3%x(31-1+1)x93 Jt : 365 = 22.931
Deposito : 12%x(31-1+1)x55 Jt = 560.547
Jumlah = 940.190
Tabungan : 10.074.793 + 42.356.712 = 52.431.505
Deposito : 9.022.931
Deposito : 55.560.547
1/4
A L
Kas : 11.701.498 Tab : 52.431.505
R/K pd Bi : 14.041.787 Giro : 9.022.931
Komersil : 102.973.185 Deposito : 55.560.547
KUK : 15.743.296 Capital : 37.000.000
Other Asset :
JML : 154.459.766 JML : 142.014.983 = 154.459.766
Kredit = LDR 110%
110% = 142.014.983 x 100%
117.014.983 + 11.701.498
= 128.716.481 x 20%
Komersial : 102.973.185
KUK : 25.743.296
TABEL ANUITAS
Tabel Anuitas
I. Pengertian
Anuitas : Cara pembayaran hutang dengan jumlah yang sama besar dan dalam jangka waktu yang sama
Dalam Anuitas (A) 2. Bunga (Bn)1. Angsuran (An)-----terkandung : -----
A = An + Bn
Contoh :
Seseorang meminjam Rp 100.000,00 dengan pengembalian sistem angsuran anuitas, setahun kemudian. Hutang tersebut akan diangsur selama 5 tahun dengan suku bunga 4 % per tahun. Setelah dihitung, pengembalian tiap tahun sejumlah Rp 22.462,71.
Buatlah tabel rencana angsuran !
Tabel Rencana Angsuran
Tahun Sisa hutang Anuitas : Rp 22.462,71 Sisa hutang
Ke- Awal tahun ke- Bunga akhir th ke- Angsuran akhir th ke- Akhir tahun ke-
1Rp 100.000,00 Rp 4.000,00 Rp 18.462,71 Rp 81.537,29
2Rp 81.537,29 Rp 3.261,49 Rp 19.201,22 Rp 62.336,07
3Rp 62.336,07 Rp 2.493,44 Rp 19.969,27 Rp 42.366,80
4Rp 42.366,80 Rp 1.694,67 Rp 20.768,04 Rp 21.598,76
Rp 21.598,76 Rp 863,95 Rp 21.598,76 Rp 0
A = A1+B1 = A2+B2 = A3+B3 = An + Bn
I. Pengertian
Anuitas : Cara pembayaran hutang dengan jumlah yang sama besar dan dalam jangka waktu yang sama
Dalam Anuitas (A) 2. Bunga (Bn)1. Angsuran (An)-----terkandung : -----
A = An + Bn
Contoh :
Seseorang meminjam Rp 100.000,00 dengan pengembalian sistem angsuran anuitas, setahun kemudian. Hutang tersebut akan diangsur selama 5 tahun dengan suku bunga 4 % per tahun. Setelah dihitung, pengembalian tiap tahun sejumlah Rp 22.462,71.
Buatlah tabel rencana angsuran !
Tabel Rencana Angsuran
Tahun Sisa hutang Anuitas : Rp 22.462,71 Sisa hutang
Ke- Awal tahun ke- Bunga akhir th ke- Angsuran akhir th ke- Akhir tahun ke-
1Rp 100.000,00 Rp 4.000,00 Rp 18.462,71 Rp 81.537,29
2Rp 81.537,29 Rp 3.261,49 Rp 19.201,22 Rp 62.336,07
3Rp 62.336,07 Rp 2.493,44 Rp 19.969,27 Rp 42.366,80
4Rp 42.366,80 Rp 1.694,67 Rp 20.768,04 Rp 21.598,76
Rp 21.598,76 Rp 863,95 Rp 21.598,76 Rp 0
A = A1+B1 = A2+B2 = A3+B3 = An + Bn
Selasa, 22 Februari 2011
Jakarta Oh Jakarta....
Kota Jakarta yang terlihat cantik dan modern ini di satu sisi ternyata masih menyimpan beberapa permasalahan sosial yang seharusnya dapat ditangani oleh Pemerintah, Pemerintah daerah dan oleh kita semua, jika kota ini memang tetap ingin menjadi Ibukota yang cantik,modern dan nyaman.
Ibukota Indonesia ini adalah kota dengan segudang problem sosial, seperti pencopet di bis-bis kota, pedagang kakilima di sepanjang pinggiran jalan, peminta-minta di setiap perempatan jalan, pengamen di tempat-trmpat makan yang mengganggu saat kita menyantap hidangan di sebuah Rumah makan dan ditempat-tempat lainnya, merupakan permasalahan yang tampaknya tidak akan pernah tuntas dan dapat diselesaikan.
Jadi apa yang harus dilakukan?
Mencopet sudah jelas merupakan tindakan kriminal yang sangat meresahkan, membikin orang tidak nyaman berada ditempat-tempat ramai seperti di bis-bis kota, mungkin sekarang memang sudah ada Trans Jakarta atau mungkin yang biasa disebut Busway, tapi toh masih banyak juga copet-copet yang bebas melakukan aksinya, bahkan banyak pelecehan seksual didalamnya. Ini harus segera ditangani.Aparat kepolisian dengan pakaian preman sekali-sekali menyamar di tempat-tempat umum dan sebagai penumpang bis kota atau Busway menangkap para pencopet tersebut dan para peresah tersebut. Kita sebagai penumpang harus kompak secara beramai-ramai menangkap jika ada pencopet ketahuan sedang beraksi, jangan hanya melihat dan diam saja karna takut, karna jika seperti itu akan semakin bebas si pelaku melakukannya dan tidak akan jera. Celakanya, jika para sopir bis dan kondektur tidak merasa bertanggung jawab menjaga keamanan didalam bisnya masing-masing. Apakah ini karena tidak berani atau malah ikut bekerjasama dengan para pencopet tersebut, jika itu benar, sangat tragis??
Jika kita amati di perempatan-perempatan jalan dikota Jakarta bahkan di pinggir Jakarta akan kita lihat kumpulan orang-orang yang terpinggirkan berusaha untuk mempertahankan hidup dengan berbagai cara yang mereka bisa lakukan. Jika kita lihat profesi mereka dapat dikelompokkan :
Pertama, orang yang usianya lebih lansia menjadi pengemis, jika dilihat dari usianya sebenarnya mereka sudah tidak layak bekerja lagi, tetapi karena tidak ada sumber penghidupan dan tidak ada jaminan sosial di masa tua mereka terpaksa harus melakukan itu.
Kedua, orang cacat seperti orang buta, orang yang tangan atau kakinya tidak normal karena penyakit tertentu terpaksa harus meminta-minta karena tidak mungkin lagi untuk melakukan pekerjaan.
Ketiga, orang dewasa sehat berbadan kekar tetapi tidak punya rasa malu untuk meminta-minta jelas orang ini adalah pemalas yang tidak mau bekerja.
Keempat, Ibu-ibu yang menggendong bayi atau menyuruh anak kecil meminta-minta dengan memanfaatkan bayi atau anak tersebut untuk menggugah rasa belaskasihan orang
Kelima, Para pemuda dengan cara sekedar mengelap sepeda motor atau kaca mobil yang belum tentu jadi bersih, merupakan pekerjaan tidak masuk akal yang mereka lakukan sekedar untuk dapat meminta-minta.
Keenam, Para pengamen yang membawa alat musik seadanya, jrang-jreng atau keplok-keplok tangan dan menyanyi sekenanya yang tidak enak didengar .
Dari sekian banyak problema yang terjadi di Jakarta tersebut, membuat masyarakat juga menjadi serba salah, kita harus memberi atau tidak :
Jika tidak kita seperti orang yang sangat pelit, uang yang hanya seratus-limaratus rupiah saja tidak mau memberikan.
Jika diberikan, kita ikut mendidik mereka untuk terus menjadi peminta-minta, apalagi terhadap anak anak yang seharusnya mereka masih sekolah.
Akan lebih terhormat jika mereka sebagai penjual koran dimana mereka akan mendapat uang dari orang-orang yang membutuhkan jasa mereka untuk membeli koran tersebut.
Mereka perlu mendapat penanganan dan santunan dari pemerintah serta pelatihan kerja bagi yang masih berusia muda.
Maka dari itu kita sebagai makhluk sosial sudah seharusnya intuk memperkuat iman, akhlak, dan ilmu agar dapat meredam atau menghilangkan semua problema-problema yang ada disekitar kita. Agama sangat penting diterapkan dan iman kan kepada kita masing-masing orang, agar melekat sampai akhir hayat. Pendidikan juga sangatlah penting, kita harus mencari ilmu, tidak hanya dari Guru disekolah atau Dosen dikampus, namun ada banyak ilmu yang dapat kita pelajari dari alam sekita, keadaan sekitan dan lain-lain.
Ibukota Indonesia ini adalah kota dengan segudang problem sosial, seperti pencopet di bis-bis kota, pedagang kakilima di sepanjang pinggiran jalan, peminta-minta di setiap perempatan jalan, pengamen di tempat-trmpat makan yang mengganggu saat kita menyantap hidangan di sebuah Rumah makan dan ditempat-tempat lainnya, merupakan permasalahan yang tampaknya tidak akan pernah tuntas dan dapat diselesaikan.
Jadi apa yang harus dilakukan?
Mencopet sudah jelas merupakan tindakan kriminal yang sangat meresahkan, membikin orang tidak nyaman berada ditempat-tempat ramai seperti di bis-bis kota, mungkin sekarang memang sudah ada Trans Jakarta atau mungkin yang biasa disebut Busway, tapi toh masih banyak juga copet-copet yang bebas melakukan aksinya, bahkan banyak pelecehan seksual didalamnya. Ini harus segera ditangani.Aparat kepolisian dengan pakaian preman sekali-sekali menyamar di tempat-tempat umum dan sebagai penumpang bis kota atau Busway menangkap para pencopet tersebut dan para peresah tersebut. Kita sebagai penumpang harus kompak secara beramai-ramai menangkap jika ada pencopet ketahuan sedang beraksi, jangan hanya melihat dan diam saja karna takut, karna jika seperti itu akan semakin bebas si pelaku melakukannya dan tidak akan jera. Celakanya, jika para sopir bis dan kondektur tidak merasa bertanggung jawab menjaga keamanan didalam bisnya masing-masing. Apakah ini karena tidak berani atau malah ikut bekerjasama dengan para pencopet tersebut, jika itu benar, sangat tragis??
Jika kita amati di perempatan-perempatan jalan dikota Jakarta bahkan di pinggir Jakarta akan kita lihat kumpulan orang-orang yang terpinggirkan berusaha untuk mempertahankan hidup dengan berbagai cara yang mereka bisa lakukan. Jika kita lihat profesi mereka dapat dikelompokkan :
Pertama, orang yang usianya lebih lansia menjadi pengemis, jika dilihat dari usianya sebenarnya mereka sudah tidak layak bekerja lagi, tetapi karena tidak ada sumber penghidupan dan tidak ada jaminan sosial di masa tua mereka terpaksa harus melakukan itu.
Kedua, orang cacat seperti orang buta, orang yang tangan atau kakinya tidak normal karena penyakit tertentu terpaksa harus meminta-minta karena tidak mungkin lagi untuk melakukan pekerjaan.
Ketiga, orang dewasa sehat berbadan kekar tetapi tidak punya rasa malu untuk meminta-minta jelas orang ini adalah pemalas yang tidak mau bekerja.
Keempat, Ibu-ibu yang menggendong bayi atau menyuruh anak kecil meminta-minta dengan memanfaatkan bayi atau anak tersebut untuk menggugah rasa belaskasihan orang
Kelima, Para pemuda dengan cara sekedar mengelap sepeda motor atau kaca mobil yang belum tentu jadi bersih, merupakan pekerjaan tidak masuk akal yang mereka lakukan sekedar untuk dapat meminta-minta.
Keenam, Para pengamen yang membawa alat musik seadanya, jrang-jreng atau keplok-keplok tangan dan menyanyi sekenanya yang tidak enak didengar .
Dari sekian banyak problema yang terjadi di Jakarta tersebut, membuat masyarakat juga menjadi serba salah, kita harus memberi atau tidak :
Jika tidak kita seperti orang yang sangat pelit, uang yang hanya seratus-limaratus rupiah saja tidak mau memberikan.
Jika diberikan, kita ikut mendidik mereka untuk terus menjadi peminta-minta, apalagi terhadap anak anak yang seharusnya mereka masih sekolah.
Akan lebih terhormat jika mereka sebagai penjual koran dimana mereka akan mendapat uang dari orang-orang yang membutuhkan jasa mereka untuk membeli koran tersebut.
Mereka perlu mendapat penanganan dan santunan dari pemerintah serta pelatihan kerja bagi yang masih berusia muda.
Maka dari itu kita sebagai makhluk sosial sudah seharusnya intuk memperkuat iman, akhlak, dan ilmu agar dapat meredam atau menghilangkan semua problema-problema yang ada disekitar kita. Agama sangat penting diterapkan dan iman kan kepada kita masing-masing orang, agar melekat sampai akhir hayat. Pendidikan juga sangatlah penting, kita harus mencari ilmu, tidak hanya dari Guru disekolah atau Dosen dikampus, namun ada banyak ilmu yang dapat kita pelajari dari alam sekita, keadaan sekitan dan lain-lain.
Langganan:
Postingan (Atom)